Kenal Herd Immunity serta Dapatkah Hal Ini Berlangsung pada COVID-19

Bertambahnya penyebaran infeksi virus corona atau COVID-19 sudah tingkatkan perhatian beberapa orang pada permasalahan kesehatan. Salah satunya hal sebagai perhatian ditengah-tengah warga ialah tentang herd immunity.

Beberapa orang memandang jika herd immunity ini dapat tercipta sendirinya sebab jumlahnya orang yang terkena virus ini. Skenario ini sempat akan diaplikasikan pemerintah Inggris sebelum selanjutnya ditarik kembali.



Lalu sebenarnya apa arti dari herd immunity ini?

Dikutip dari Japan Today, herd immunity sebuah keadaan yang berlangsung saat beberapa orang di warga mempunyai kebal pada infeksi. Saat ini berlangsung, karena itu warga ini dengan cara efisien hentikan penyebaran penyakit.

Keadaan ini dapat berlangsung baik sebab vaksinasi atau ketika orang pernah merasakan penyakit. Satu hal yang tentu ialah jika mereka jadi kebal pada penyakit.

Waktu makin beberapa orang yang terkena, karena itu ada beberapa orang yang sembuh serta jadi kebal pada infeksi itu di masa yang akan datang.

" Saat seputar 70 % populasi sudah terkena serta sembuh, kesempatan penyebaran dari penyakit ini bertambah lebih sedikit sebab sejumlah besar orang kebal pada infeksi, " jelas Martin Hibberd, profesor penyakit infeksi dari London School of Hygiene & Tropical Medicine.

" Ini lah yang disebutkan dengan herd immunity, " sambungnya.

Dengan menyebarnya infeksi virus corona, butuh berlangsung keadaan penyebaran penyakit dengan cara masif sebelum kebal ini tercipta. Hal-hal lain yang kemungkinan berlangsung ialah ditemukan vaksin serta dipakai dengan cara luas untuk membuat kebal badan warga.

" Tetapi ini tidak harus serta tidak akan dengan langkah ini, " jelas Matthew Baylis, profesor pada Institute of Infection,  Veterinary and Ecological Sciences di Liverpool University.

Turunkan jumlahnya orang yang terkena dilaksanakan dengan social distancing, menahan keramaian, dan bersihkan tangan dengan cara teratur. Ini dapat membuat berlangsungnya herd immunity mulai berlangsung dengan lain.

" Dari pemikiran epidemiologikal, trick-nya untuk turunkan jumlahnya orang yang lakukan kontak, hingga kita dapat turunkan jumlahnya kontak sama orang terkena serta herd immunity berlangsung lebih dini, " jelas Baylis.

Post a Comment

0 Comments