Ingin Jadi Investor di Platform P2P Lending? Coba Pelajari 5 Hal Berikut Ini

Saat ini mungkin sudah banyak diantara kita yang paham akan pengertian fintech. Yups… fintech P2P Lending dapat digunakan sebagai tempat investasi yang tepat. Investasi ini dapat digunakan untuk mengatur keuangan agar lebih berguna dan mendapatkan keuntungan. Untuk mendapat keuntungan maksimal, pilihlah P2P Lending dengan banyak fitur terbaik. Peer To Peer Lending terbaik menawarkan berbagai kemudahan bagi investor dan peminjam dana.



Cara Menjadi Investor di P2P Lending

1.Memilih P2P Lending OJK

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memilih Peer to Peer lending fintech OJK. P2P yang telah terdaftar di OJK sudah cukup mumpuni dan memiliki regulator standar untuk sebuah pendanaan. Berbagai aturan yang dikeluarkan oleh badan pengawas ini menyangkut kesiapan sistem, pengelolaan yang baik, penyelesaian masalah dan lainnya.

POJK 77 Des 2016 adalah peraturan resmi yang dikeluarkan badan pengawas ini. Dengan OJK maka anda akan terhindar dari penipuan dalam bentuk apapun.

2.Memilih P2P Lending Berpengalaman

Investasi di lakukan untuk mendapatkan keuntungan, oleh sebab itu memilih P2P juga harus yang berpengalaman. Berpengalaman disini tidak hanya P2P Lending yang telah lama berdiri, tapi juga termasuk staf yang menangani. Staf yang ahli tentunya akan memberikan berbagai solusi terbaik sehingga uang yang di investasikan menghasilkan keuntungan.

P2P Lending berpengalaman juga dapat mengatasi masalah yang terjadi dengan baik. Selain itu biasanya pendanaan ini memiliki dana cadangan yang besar. Dana cadangan ini digunakan jika terjadi macet atau gagal bayar oleh peminjam.

3.Mendaftar Sebagai Investor

Setelah memilih P2P Lending aman yang tepat, langkah selanjutnya adalah mendaftar sebagai investor. Sebelum mendaftar sebagai investor anda harus mendaftar terlebih dahulu ke akun resmi P2P Lending tersebut sebagai anggota. Pendaftaran ini sangat mudah dan cepat karena dilakukan secara online. Semua persyaratan juga dikirimkan secara online.

Persyaratan yang dibutuhkan adalah KTP, rekening bank dan beberapa dokumen pelengkap lain. Selain itu hal yang paling penting adalah dana setoran. Dana setoran ini disetorkan ke rekening P2P Lending untuk dihimpun. Sehingga saat akan melakukan investasi anda tidak perlu mentransfer dana lagi secara manual.

4.Menyeleksi Pinjaman

Semua pinjaman telah dianalisa oleh pihak P2P Lending, namun keputusan untuk memberikan dana adalah milik anda. Anda dapat melihat beberapa daftar pinjaman yang sedang membutuhkan pendanaan sebagai perbandingan. Beberapa P2P Lending juga menyertakan resiko pada setiap pinjaman. Resiko ini menunjukkan tingkat gagal bayar yang mungkin muncul selama angsuran.

Pada pengajuan pinjaman terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti profil calon peminjam. Laporan keuangan peminjam juga sangat penting untuk diperhatikan karena hal ini menunjukkan pergerakan uang milik peminjam.

5.Investasi

Setelah melakukan seleksi peminjam, langkah selanjutnya adalah melakukan investasi pendanaan. Investasi P2P Lending dapat di mulai dari 100 ribu rupiah saja. Penyetoran uang dilakukan melalui rekening bank virtual account dengan nama sendiri. Pengaturan OJK mengharuskan agar membuka rekening atas nama pribadi untuk keperluan P2P Lending.

Semua proses ini dilakukan secara elektronik yaitu transaksi online. Hal ini sangat memudahkan anda untuk melakukan investasi kapan saja. Dana yang sudah disetorkan selanjutnya dapat digunakan untuk investasi pada peminjam. Investasi sebaiknya dilakukan secara menyebar di beberapa pinjaman untuk menghindari kerugian besar akibat gagal bayar.

Amartha.com adalah tempat investasi P2P Lending yang terpercaya dan di awasi oleh OJK. Cara untuk menjadi seorang investor di pendanaan fintech juga sangat mudah dilakukan. Bagi anda yang memiliki tabungan sebaiknya segera investasikan agar mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Keuntungan ini selanjutnya dapat di investasikan lagi atau digunakan untuk keperluan lain.

Post a Comment

0 Comments